Kamis, 27 Agustus 2015

Loosing you

While the breeze suddenly stops
My heart loses its cheerful rhythm
While the rainbow hides from the sun
My mind unable to create beautiful rhyme

My day becomes just an ordinary day
Lips refuse to give their pretty smile
Eyes are not glowing but only the blank gaze 
Legs do not perform their movement

How dances could call the breeze return?
How tears could draw beautiful color?

Oooooh, 
I am drowning in the pain of yearning desire..
and struggling in deeply confusion..


-------------------------------------------------------------
To: My beloved one

I am totally loosing you now, & hoping so much to have you back

I love you still,


Minggu, 23 Agustus 2015

CINTA

Cinta hanya menciptakan kenyamanan
yang menghangatkan jiwa dengan kebahagiaan
Berbisik lembut tentang keindahan
dan mewarnai hari dengan kenangan
Cinta menggeliat mesra bukan terdiam

Cinta tak berdusta
Dia hanya mengajarkan ketulusan,
Membangun harapan dalam kepercayaan
Tak akan ada penyesalan, karena 
Cintalah yang memberikan kekuatan menembus kelam 

Cinta adalah penerimaan, namun tak lagi buta
Menyentuh lembut menyembuhkan luka
Menggenggam erat membantu melangkah
Tumbuh bersama meraih Bintang
Memberi keberanian tuk bertahan, tak akan menghilang


Bukan Cinta..
Tetapi BENCI yang menciptakan kepedihan
PENGHIANATAN yang menciptakan Keraguan
LUKA yang menghilangkan asa
PENGHINAAN yang mengecilkan jiwa
KETAKUTAN membuat ketidakberdayaan

Kamis, 16 Juli 2015

Mencintaimu



Mengapa, ku harus sendiri tanpamu,
Ketika hatiku dan hatimu bergemuruh merindu?
Mengapa tak dapat ku gapai dirimu?
Ketika bayangmu melekat erat dihati dan pikiranku?
Mengapa perlahan kau menjauh dan membisu
Ketika kuat keinganku untuk tak lagi meragu?
Mengapa kau hentikan ungkapkan cintamu
Ketika tak banyak yang ku pinta darimu?
Mengapa kini tak ku mengerti cintamu
Ketika mulai kuyakini ada cinta untuk mu?

Tak dapatkah bahasa cinta dan rindumu menyapa seperti dulu?
Tak dapatkah asa menyerukan keyakinan untukku dan dirimu?
Haruskah cinta membuat mu menjauh dan membisu?
Haruskah perih merindumu menghentikan langkahku?



Kamis, 18 Juni 2015

Merindukan Dirimu

Entah sudah berapa kali aku mengintip ke kontak “whatsapp” nya.. menunggu respon dari pesan yang aku kirim kepadanya: … ”Forgive me, for every word I said that have hurt you.. I didn’t mean to make you disappointed…” …. itu pesan terakhir yang aku kirim 3 hari yang lalu… tidak ada respon… walaupun sudah ada tanda pesan terbaca..

Kali ini, aku akan membiarkan waktu yang menyelesaikannya… bukan aku tidak sayang lagi, masih…masih sangat sayang..  hatiku masih bergetar saat mengingat ucapan rindu darinya… masih terasa kecupan lembut nya… masih sangat ingin aku menanyakan kabarnya, masih sangat ingin aku menerima text message darinya.. masih… masih sangat ingin aku berada didekatnya… menatapnya lembut, masih sangat…

“….dan aku hanya ingin didengar… aku hanya ingin mengungkapkan semua rasa kepada mu dengan nyaman…Bukan, bukan untuk menolak mu…. Oh Tuhan, seandainya aku dapat menjelaskan kepadanya… Sayang, seandainya kita bisa melalui ini dengan baik hubungan ini akan semakin dalam dan hati kita akan semakin dekat…. Aku juga sangat bersedia mendengar ungkapan hatimu.. aku bersedia dan menunggu ungkapan semua rasa dari mu hanya kepadaku.. semua rasa yang ada pada mu, bukan hanya kegimbaraan dan pujian yang aku tunggu darimu… biarkan aku dan kamu merasa nyaman mengungkapkannya..”

Tak sempat aku mengatakan ini kepadanya… dia menanggapi keluh kesah yang aku utarakan kepadanya dengan hati yang penuh dengan kekecewaan dan berhenti untuk menghubungiku Ada hal-hal lain yang juga aku lupakan.. dan itu semakin mengecewakannya... hingga mampu membuatnya berhenti untuk berkomunikasi denganku.. Mungkin, ya, mungkin tak cukup besar rasa sayang nya kepadaku hingga banyak hal yang bisa dengan mudah menahannya agar tidak berada didekatku, banyak alasan yang dapat membuatnya pergi menjauh dariku... tidakah cukup alasan cinta mu untuk tetap bertahan bersamaku?

Oh, rindu ini benar-benar merasuki seluruh tubuhku, menggeliat perlahan menebar perih… aku hanya dapat mengatakan ini pada setiap gambar dirinya yang tersimpan dalam Gadgetku.. bahwa aku masih merindukannya, sangat merindukannya… yang aku dapat lakukan hanya kembali membuka chat history aku bersamanya yang memuat pujian, lelucon dari nya ungkapan rasa cemburunya, dan juga ngambeknya aku.. semua itu bisa membawa aku kembali pada suasana saat kejadian-kejadian itu berlangsung… masih terasa hangat bila aku mengingatnya

Aku nikmati sakitnya merindu… dan bertahan, untuk membiarkan waktu yang berjalan memutuskan akhir rindu ini… bermohon kepada Yang Kuasa untuk hasil yang indah… niatku tulus untuk semakin dekat dengannya..

Bagiku, hubungan ini murni mengikuti suara hatiku, aku tidak ingin mencampurnya dengan topeng dan syarat atau trik-trik apapun itu, aku hanya mencampurnya dengan do’a yang khusus kepada Tuhanku… memang, aku memohon untuk mendapatkan laki-laki yang terbaik untuk mendampingiku sampai akhir hayatku.. namun aku tidak meminta yang sempurna, aku semakin mencintainya ketika aku melihat kecemasannya, kecemburuannya, ketidakberdayaannya sekaligus ketegarannya, perjuangannya, juga percaya diri yang ada padanya….

Karena akupun diciptakan Tuhan dengan tidak sempurna, namun aku akan tumbuh lebih baik dalam kebahagiaan bersamanya... aku berusaha untuk membuatnya bangga, menjadi semakin cantik untuk nya, menjadi semakin bersemangat bersamanya, menjadi lebih menarik karena dia… aku melakukannya dengan hati senang dan aku rela melakukan semua untuknyadan semua itu harus terhenti saat ini… kuharap ini hanya terhenti sesaat.. menunggu sang waktu yang akan mengirimkan pesan ini untuk nya… ingin sekali aku katakan kepadanya: “Hi, aku menunggu alasan-alasan mu untuk menemuiku kembali.. dan melanjutkan cerita kita, seperti permintaanmu padaku saat itu: “Tolong, cintai aku terus..”..

Biarlah akhir dari cerita aku dengan dia menjadi sebuah misteri...mungkin, mungkin benar dia sendiri yang berkeinginan untuk menjauh, mungkin saat ini dia menyadari aku bukanlah yang dia inginkan dalam hidupnya.... aku akan mencoba mengerti... walau sakit menyiksaku saat aku memikirkan ini.. dan, apabila itu memang terjadi, hal yang ingin aku kenang adalah pertemuan terakhir aku dan dia yang indah dan hangat, saat dimana satu langkah indah tercipta dalam hubungan kami (Friday afternoon, 12 Juni 2015)

Tapi, tunggu... mungkin..., ya, mungkin pula nanti sang waktu akan membuat kisah kasih aku dan dia semakin indah, maka biarlah aku dan dia melewati waktu merindu ini bersama rasa kasih yang semakin dalam dan hingga nanti tidak ada apapun yang mampu menghentikan kebersamaan aku dan dia.

______________________________________

Analisa Psikologi Cerpen
  • Healthy Relationship dimulai dari SUFI (Safety Zone-Understanding-Fun-Influence), Hubungan yang dimulai terbalik, yaitu dimulai dari IFUS adalah hubungan yang cenderung tidak sehat. Bagai mana cerita di atas dimulai?
  • Tanda-tanda berbahaya dalam suatu hubungan bila terasa tidak bahagia dalam durasi waktu yang agak lama, muncul kecemasan, dan ketidaknyamanan.

Rabu, 28 Januari 2015

TAK ADA YANG SALAH PADAMU



Tak ada yang salah padamu..
Namun, selalu aku yang meragukan mu
Aku yang meragukan mu menjadi tempat bersandar bagiku
Tak terlihat kekuatan mu oleh ku
Walau letih aku mendamba untuk merebahkan penatku di dadamu
Kecemasanku, lambat namun pasti telah melemahkan mu
Hingga mampu menghempaskan harapanku padamu

Tak ada yang salah dengan hatimu
Hanya akulah yang tak mampu memberi kehangatan cinta untukmu
Akulah yang tak mempercayai ketulusanmu
Jeritan permohonan cinta hanya kebodohan bagiku
Namun aku menangis dalam doaku untuk mu, malam itu
Dan ketika Tuhan benar-benar mengirimkan cinta baru untuk mu
Terhenyak aku menyadari betapa engkau telah membawa keindahan dariku

Kinipun tak ada yang salah denganmu…
Aku memang menginginkan mu
Namun, dalam waktu yang bersamaan, akupun ingin berlari darimu
Aku hanya tak mampu melihat ketulusan cahaya cintamu yang dulu
 Aku yang tidak mampu sepenuhnya menerima dirimu
Bahagialah tanpaku disisimu, sayang, tak ada yang salah darimu..

Jakarta, 27 Januari 2015