Entah sudah
berapa kali aku mengintip ke kontak “whatsapp”
nya.. menunggu respon dari pesan yang aku kirim
kepadanya: … ”Forgive me, for every word I said that have hurt you.. I didn’t
mean to make you disappointed…” …. itu pesan terakhir yang aku kirim 3 hari
yang lalu… tidak ada respon… walaupun sudah ada tanda pesan terbaca..
Kali ini, aku
akan membiarkan waktu yang menyelesaikannya… bukan aku tidak sayang lagi, masih…masih sangat sayang.. hatiku masih bergetar saat mengingat ucapan
rindu darinya… masih terasa kecupan lembut nya… masih sangat ingin
aku menanyakan kabarnya, masih sangat ingin aku menerima text message darinya..
masih… masih sangat ingin aku berada didekatnya… menatapnya lembut, masih sangat…
“….dan aku hanya ingin didengar… aku hanya ingin mengungkapkan semua rasa
kepada mu
dengan nyaman…Bukan, bukan untuk menolak mu…. Oh Tuhan, seandainya aku dapat
menjelaskan kepadanya… Sayang, seandainya kita bisa melalui ini dengan baik
hubungan ini akan semakin dalam dan hati kita akan semakin dekat…. Aku juga sangat bersedia mendengar ungkapan hatimu.. aku bersedia dan menunggu ungkapan semua
rasa dari mu hanya kepadaku.. semua rasa yang ada pada mu, bukan hanya
kegimbaraan dan pujian yang aku tunggu darimu… biarkan aku dan kamu merasa
nyaman mengungkapkannya..”
Tak sempat aku mengatakan ini kepadanya… dia menanggapi keluh kesah
yang aku utarakan kepadanya dengan hati yang penuh dengan kekecewaan dan
berhenti untuk menghubungiku… Ada hal-hal lain yang juga aku
lupakan.. dan itu semakin mengecewakannya... hingga mampu membuatnya berhenti untuk
berkomunikasi denganku.. Mungkin, ya, mungkin tak cukup besar rasa sayang nya kepadaku
hingga banyak hal yang bisa dengan mudah menahannya agar tidak berada didekatku, banyak
alasan yang dapat membuatnya pergi menjauh dariku... tidakah cukup alasan cinta mu untuk tetap bertahan bersamaku?
Oh, rindu ini
benar-benar merasuki seluruh tubuhku, menggeliat perlahan menebar perih… aku
hanya dapat mengatakan ini pada setiap gambar dirinya yang tersimpan dalam Gadgetku.. bahwa aku masih
merindukannya, sangat merindukannya… yang aku dapat lakukan hanya kembali membuka chat history aku bersamanya yang memuat pujian, lelucon dari nya ungkapan
rasa cemburunya,
dan juga ngambeknya aku.. semua itu bisa membawa aku
kembali pada suasana saat kejadian-kejadian itu berlangsung… masih terasa hangat bila aku mengingatnya…
Aku nikmati
sakitnya merindu… dan bertahan, untuk membiarkan waktu yang berjalan memutuskan
akhir rindu ini… bermohon kepada Yang Kuasa untuk hasil yang indah… niatku
tulus untuk semakin dekat dengannya..
Bagiku, hubungan
ini murni mengikuti suara hatiku, aku tidak ingin mencampurnya dengan topeng
dan syarat atau trik-trik apapun itu, aku hanya mencampurnya dengan do’a yang
khusus kepada Tuhanku… memang, aku memohon untuk mendapatkan laki-laki yang terbaik untuk
mendampingiku sampai akhir hayatku.. namun aku tidak meminta yang sempurna, aku
semakin mencintainya ketika aku melihat kecemasannya, kecemburuannya,
ketidakberdayaannya sekaligus ketegarannya, perjuangannya, juga percaya diri yang ada padanya….
Karena akupun diciptakan Tuhan dengan tidak sempurna, namun aku akan tumbuh lebih baik
dalam kebahagiaan bersamanya... aku berusaha untuk
membuatnya bangga, menjadi semakin cantik untuk nya, menjadi semakin
bersemangat bersamanya, menjadi lebih menarik karena dia… aku melakukannya dengan hati senang dan aku
rela melakukan semua untuknya… dan semua itu harus terhenti saat ini… kuharap ini
hanya terhenti
sesaat.. menunggu sang waktu yang akan mengirimkan pesan ini untuk nya… ingin sekali aku katakan kepadanya: “Hi, aku
menunggu alasan-alasan mu untuk menemuiku kembali.. dan melanjutkan cerita kita, seperti
permintaanmu padaku saat itu: “Tolong, cintai aku terus..”..
Biarlah akhir dari cerita aku dengan dia menjadi sebuah misteri...mungkin,
mungkin benar dia sendiri yang berkeinginan untuk menjauh, mungkin saat ini dia
menyadari aku bukanlah yang dia inginkan dalam hidupnya.... aku
akan mencoba mengerti... walau sakit menyiksaku saat aku memikirkan ini.. dan, apabila itu memang terjadi, hal yang ingin aku kenang adalah pertemuan terakhir aku
dan dia yang indah dan hangat, saat dimana satu langkah indah tercipta dalam
hubungan kami (Friday afternoon, 12 Juni 2015)
Tapi, tunggu... mungkin..., ya, mungkin pula nanti sang waktu akan membuat kisah kasih aku dan dia semakin indah,
maka biarlah aku dan dia melewati waktu merindu ini bersama rasa
kasih yang semakin dalam dan hingga
nanti tidak ada apapun yang mampu menghentikan kebersamaan aku dan dia.
______________________________________
Analisa Psikologi Cerpen
- Healthy Relationship dimulai dari SUFI (Safety Zone-Understanding-Fun-Influence), Hubungan yang dimulai terbalik, yaitu dimulai dari IFUS adalah hubungan yang cenderung tidak sehat. Bagai mana cerita di atas dimulai?
- Tanda-tanda berbahaya dalam suatu hubungan bila terasa tidak bahagia dalam durasi waktu yang agak lama, muncul kecemasan, dan ketidaknyamanan.